Rapat Koordinasi Pertama Relawan TIK Sidoarjo

Hari Minggu, 03/06/2018, pemuda-pemudi Kota Delta mendapat undangan jamuan berbuka puasa dan berkumpul untuk bersilaturrahmi dari Mas Muhammad Rofiuddin di rumahnya yang berada di kawasan Kecamatan Sukodono. Tidak hanya dari Kota Delta saja, dari Kota Pahlawan juga ada yang hadir untuk menyaksikan rapat koordinasi perdana Relawan TIK Indonesia, cabang Sidoarjo.

Acara rapat koordinasi pembentukan Relawan TIK Sidoarjo berlangsung sekitar dua jam lebih, tepatnya dimulai pada jam 18:30 hingga 20:00 WIB. Saya kebetulan tidak dapat mengikuti kegiatan jamuan buka puasa, karena ada hal yang tidak bisa ditinggalkan, sehingga saya hanya dapat menghadiri acara rapatnya saja, sayang sekali.

Rapat koordinasi pembentukan Relawan TIK Sidoarjo dibuka oleh Mas Mei Sya Ardhi. Setelah membaca salam dan diiringi sedikit pengantar, dia melanjutkannya dengan membacakan rundown acara. Adapun rundown acara rapat koordinasi pembentukan Relawan TIK Sidoarjo ini adalah sebagai berikut:

  • Sambutan oleh ketua Relawan TIK Jawa Timur, Pak Novianto.
  • Pembahasan pembentukan struktur organisasi Relawan TIK Sidoarjo dan,
  • Usulan program kerja
  • Penutup

Selanjutnya Mas Ardhi mempersilahkan Pak Novianto untuk menyampaikan sambutannya.

Sambutan Ketua Relawan TIK Jawa Timur

Pak Novianto memulainya dengan membedah arti dari kata “relawan” untuk memberikan wawasan kepada pemuda yang sama sekali belum pernah berorganisasi serta memperkuat keyakinan kami untuk terus menghidupi organisasi sosial, menjadi Relawan TIK.

Kata “relawan” merupakan bentuk kata tidak baku yang berasal dari pemendekan kata “sukarelawan”. Menurut KBBI, sukarelawan memiliki arti orang melakukan sesuatu dengan sukarela (tidak ada kewajiban atau dipaksakan). Sehingga dapat disimpulkan bahwa seluruh kegiatan dari Relawan TIK adalah kesukarelaan untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat luas tentang bagaimana memanfaatkan teknologi dengan baik, tentu dengan didasari rasa ikhlas tanpa mengharapkan imbalan tertentu.

“Relawan, rela dengan ikhlas untuk mencerdaskan bangsa, bukan rela melawan karena tidak ada imbalannya” celetuk Pak Novianto.

Beliau juga menambahkan, Surabaya merupakan kota yang menjadi pelopor terbentuknya Relawan TIK Jawa Timur. “Tentu saya sangat berharap, Relawan TIK dapat tersebar diberbagai kota dan kabupaten diseluruh provinsi Jawa Timur” tambah beliau.

Memang, nama Relawan TIK lebih garang terdengar di wilayah jabodetabek, entah saya yang kudet atau bagaimana, nama Relawan TIK Jawa Timur yang memeiliki komisariat di STIKOM Surabaya dan UPN “Veteran” Jawa Timur baru saya dengar beberapa minggu belakangan saat saya mengikuti kegiatannya di kampus UPN “Veteran” JawaTimur dengan tema acara “Internet Sehat Untuk Apa Sih?” dengan menggandeng provider “Teman Pintar” sebagai seponsor acaranya.

Pak Novianto mengakhiri pembicaraanya dan menyerahkan acara sepenuhnya ke Mas Ardhi.

Pembentukan Struktur Organisasi Relawan TIK Sidoarjo

Acara kembali dipegang sepenuhnya oleh Mas Ardhi. Kali ini Mas Ardhi menceritakan sekilas tentang Relawan TIK Sidoarjo.

Relawan TIK Sidoarjo sebenarnya sudah terbentuk setahun yang lalu, hanya saja vakum dengan alasan banyak yang sibuk dengan kegiatan masing-masing. Kini dengan membawa semangat Delta, Mas Ardhi ingin mengaktifkan kembali dan berharap kekontinyuitas kepada peserta rapat.

Sebuah organisasi layaknya kapal yang tengah melaut di samudra yang luas yang tidak pernah sepi dengan badai dan gelombang serta karang yang mendhadangnya, untuk mengendalikan semua itu dibutuhkan seorang nahkoda yang berpengalaman mengenai kelautan untuk memberikan komando kepada kepala bagian masing-masing.

Layaknya kapal ditengah samudra yang saya sebutkan diatas, untuk menghadapi gonjang-ganjingnya organisasi diperlukan nahkoda yang memberikan komando strategisnya kepada setiap elemen yang ada.

Pemilihan koordinator atau ketua Relawan TIK menjadi pokok penentuan awal sebelum merambah ke elemen-elemen yang lain (baca: divisi). Mas Ardhi menyerahkan kepada peserta rapat untuk menentukan siapa yang akan menahkodai organisasi Relawan TIK ini.

Drama pemilihan ketua pun dimulai, ada yang saling melihat, mangut-mangut dan saling tunjuk. Saya lebih memilih diam karena saya merasa belum mampu jika harus menahkodai kapal bernama organisasi Relawan TIK Sidoarjo.

Keputusan bijak (menurut saya) datang dari Mas Hamid, dia secara mantap memberikan pendapat yang mungkin tidak akan diduga oleh peserta rapat. “Sudah, bagaimana kalau jabatan ketua diserahkan kepada Mas Ardhi saja” kata Mas Hamid menegahi.

Setuju, itulah kata pertama kali yang terlontar dari mulut saya. Akhirnya dewan rapat yang terdiri dari berbagai latang belakang organisasi menyetujui pilihan tersebut. Jadilah Mas Ardhi ketua Relawan TIK yang terpilih malam itu.

Tidak cukup hanya nahkoda untuk menjalankan roda organisasi, Mas Ardhi tentu butuh beberapa elemen khusus sebagai pondasi Relawan TIK Sidoarjo untuk melaksanakan semua kegiatannya.

Mula-mula Mas Ardhi memerlukan Sekretaris yang bisa membantu dalam hal administrasi. Lowongan kembali dilontarkan, yah lagi-lagi drama dimulai, tidak sampai lima menit, Mas Rofiuddin buka suara “Sudahlah, jangan bingung, calon sekretarisnya sudah ada didepan saya, itu (sembari menunjuk saya)”.

Saat itu, tanpa ditunjuk sekali-pun posisi saya sudah sangat strategis untuk dijadikan sebagai sekretaris, maksud hati hanya menulis berita acara kegiatan Relawan TIK Sidoarjo, apalah daya memang saya yang paling pas untuk dijadikan sekretaris, bolpoin dan buku, tangan siap mencatat, sempurna. Saya menyanggupi usulan tersebut dengan harapan saya dapat belajar menjadi skretaris yang siap mengawal sang nahkoda.

Tangan kanan sang nahkoda telah ditentukan, inilah saatnya menentukan elemen apakah yang harus ada di dalam struktur organisasi Relawan TIK Sidoarjo?

Teman-teman dari Relawan TIK Surabaya memberikan saran mengenai beberapa elemen penting yang harus ada pada Relawan TIK Sidoarjo. Berikut adalah beberapa elemen atau divisi yang telah disepakati bersama dengan keanggotaanya:

  • Humas dan Kemitraan diisi oleh Shandy Ardianto
  • Penelitian dan Pengembangan (Litbang) diisi oleh A. Roisul Burhani dan Hamam Fajar
  • Edukasi Masyarakat diisi oleh Muhammad Rofiuddin dan Rendra Fauzi
  • Keorganisasian diisi oleh Agus Gunawan dan Hilman Maulana

“Dengan demikian, saya putuskan, Relawan TIK Sidoarjo kembali terbentuk, semoga amanah” kata Mas Ardi sembali mengetukkan tangannya di toples makanan.

Usulan Program Kerja Relawan TIK Sidoarjo

Bukan perkara mudah untuk menentukan program kerja untuk sebuah organisasi. Beberapa pertimbangan matang diperlukan agar program kerja yang disetujui dapat terealisasi sesuai konsep yang telah ditentukan.

Mas Ardhi, selaku ketua Relawan TIK Sidoarjo Masa Khidmat 2018 – 2022, kembali membuka usulan kepada peserta rapat, khususnya untuk masing-masing divisi yang sudah terbentuk.

Drama tidak berarti pada kondisi seperti ini, beberapa anggota divisi tampak mengerutkan dahinya. Mas Ardhi kemudian menegahi untuk memberikan pendapatnya mengenai program kerja yang bisa direalisasikan dalam waktu dekat, yaitu pelatihan internet marketing untuk UMKM. Berilian.

Kesempatan kembali dibuka untuk memberikan usulan mengenai program kerja. Saya yang sedari tadi mencorat-coret lembaran buku paling belakang mencoba memberikan usulan, setidaknya ada tiga usulan dari saya untuk program kerja Relawan TIK Sidoarjo:

  1. Optimalisasi penggunaan perangkat lunak bebas di UMKM.
  2. Optimalisasi penggunaan WordPress sebagai platform blog dan portfolio pribadi.
  3. Membangun branding kit dengan Inkscape.

Meskipun kesannya agak egois, karena saya memang memiliki latar belakang sebagai aktivis perangkat lunak bebas, namun saya iringi usulan tersebut dengan harapan agar masyarakat terbiasa dan welcome terhadap perangkat lunak bebas.

Empat usulan program kerja yang sudah saya sebutkan diatas saat ini tengah memasuki fase “penggodokan” oleh ketua dan beberapa divisi terkait. Apapun yang terjadi, kami berharap Relawan TIK memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Penutup

Alhamdulillah, terbentuklah organisasi Relawan TIK Sidoarjo yang siap menjadi solusi terbaik bagi masyarakat yang memerlukan bantuan berupa eduksi memanfaatkan teknologi dengan baik. Segala sesuatu yang baik pasti akan mendatangkan banyak manfaat.

Wacana selanjutnya dari Relawan TIK Sidoarjo adalah menghadap ke Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk menyampaikan beberapa hal terkait terbentuknya relawan yang siap membantu mengedukasi masyarakat di daerah.

Acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh A. Roisul Burhani dan dilanjutkan dengan foto bersama. Terima Kasih banyak atas jamuannya, Mas Rofiuddin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.