Keseruan Bekraf Developer Day 2018 di Surabaya

Bekraf Developer Day merupakan ajang berkumpulnya developer dari berbagai daerah untuk mendengarkan secara langsung perkembangan teknologi dari ahlinya. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan Dicoding dengan dukungan Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel Innovator, Komunitas ID-Android, Samsung Developer Warrior, dan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia.

Acara yang dihadiri oleh sekitar seribu orang lebih developer ini telah sukses diselenggarakan pada Minggu (01/07/2018), bertempat di Hotel JW Marriott Surabaya.

Pada perhelatan akbar kali ini, BEKRAF memberikan beasiswa kelas di Dicoding Academy kepada calon-calon developer muda yang menghadiri acara ini. Adapun bentuk beasiswa yang diberikan adalah peserta yang mendapatkan beasiswa dapat belajar materi membuat aplikasi Android untuk pemula dan belajar membuat game untuk pemula secara cuma-cuma alias gratis.

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, terdapat dua macam sesi, yaitu general session dan parallel session.

General session merupakan sesi pembukaan acara, dimana pada sesi ini terdapat beberapa sesi, yaitu keynote speaker, Government and BEKRAF talkshow dan Industry Talkshow. Bisa dibilang ini adalah sesi berkumpulnya elemen penting yang berhubungan dengan perkembangan teknologi saat ini.

Saya berangkat agak telat, maklum, kata orang Jawa karipan. Sesampainya di tempat acara, saya langsung menuju tempat registrasi, beruntung, sudah sepi dari lautan manusia, setelah mendapatkan identitas peserta dan snack pagi, saya langsung menuju ke ruang utama acara, tentu sebelum itu harus melewati prosedur pemeriksaan keamanan dari pihak hotel.

Memasuki ruangan utama ternyata sudah penuh dan general session sudah mmasuki tahap kedua, yaitu Industry Talkshow. Saya mendengarkan sambil berdiri, konsekuensi datang terlambat, namun ada untungnya juga, saya dapat bersalaman langsung dengan beberapa kolega saya. Ada Pak Budi dari SMK IPIEMS, Cak Darian, kemudian disusul Cak Joko (capek duduk katanya), ada Zunia juga.

Menjelang acara berakhir saya keluar ruangan, saya mampir ke booth milik Dicoding, tempat mengumpulkan berkas pengajuan beasiswa, tampak Pak Didiet sedang melayani beberapa peserta yang mengumpulkan berkas, setelah tampak sepi Pak Didiet menghampiri saya dan kita mengobrol mengenai banyak hal, salah satunya tentang persiapan menjelang openSUSE Asia Summit. Pada saat obrolan berlangsung, seseorang menghampiri kami dan bersalaman sembari mengenalkan namanya, Pak Sofyan, salah satu kontributor di BlankOn Linux.

Waktunya makan siang telah tiba, saking banyaknya peserta yang hadir hingga panitia membagi tempatnya menjadi dua, nomor 1 hingga 500 berada di lantai 3 dan nomor 500 keatas tetap di lantai dua.

Saya dan Pak Sofyan bergegas menuju ke lantai tiga, sembari mengantri kita berbincang-bincang mengenai perkembangan dunia perangkat lunak bebas dan komunitasnya, khususnya BlankOn. Tiba giliran kami untuk mengambil nasi kotak dan air mineral. Kami memilih tempat diantara tiang penyangga untuk menyantap hidangan.

Perut sudah terisi dan kenyang, fikiran sudah rileks kembali, saatnya bersiap untuk menerima wejangan mengenai chatbot dan cloud di paralel tiga.

Parallel session merupakan sesi yang bisa dipilih sesuai dengan minat masing-masing peserta. Terdapat tiga sesi paralel, yaitu aplikasi atau apps, games dan chatbot and cloud. Saya tertarik mengikuti track chatbot dan cloud.

Paralel tiga, suguhan pertama ialah materi mengenai AI (Artificial Intelligence) yang dimentori oleh Irving Hutagalung selaku Audience Evangelism Manager dari Microsoft. Materi yang sangat berat, menurut saya, namun Pak Irving membawakannya dengan santai sehingga saya rileks dibuatnya.

Materi kedua membahas mengenai pengantar Azure mobile service dan Azure Cognitive service, bagaimana memanfaatkan platform Azure untuk aplikasi mobile yang memanfaatkan dua layanan tersebut. Pak Erick Kurniawan, developer asal Jogja, sukses membuat saya geleng-geleng kepala. Ngoding lagi.

Materi ketiga membahas seputar tips dan trik dalam mengembangkan chatbot di platform Line. Mas Fauzan Helmi Sudaryanto, selaku Product Manager di LINE Indonesia, membawakan materi dengan ringan, namun tepat sasaran. Mas Fauzan memberitahu beberapa langkah untuk memulai mengembangkan chatbot di platform Line. Wah, saya langsung tertarik berkat penjelasannya. Mas Fauzan juga lebih berinteraksi dengan audiens, dimana dia memberikan tantangan kepada sepuluh audiens yang terpilih untuk menguraikan impiannya membangun chatbot Line di panggung. Saya tidak terpilih, kalau-pun terpilih, saya akan menguraikan impian saya membuat chatbot.

Saya akan membangun chatbot Line dengan nama ChotibulStudio, chatbot ini saya peruntukkan bagi orang yang sedang belajar tentang perangkat lunak bebas, kegunaan dari chatbot ini agar pengguna dapat dengan mudah menemukan penyelesaian masalahnya.

Materi keempat dibawakan oleh Junaidillah Fadlil selaku Lead of AI Group – SRIN, beliau menjelaskan pengantar mechine learning, deep learning dan implementasinya pada aplikasi. Ini kategori berat kedua yang saya rasakan, namun harus segera dikejar.

Waktu break-pun tiba, saya dan Baguse, kawan dari KoLU (Komunitas Linux UPN “Veteran” Jawa Timur, bergegas keluar ruangan untuk mengambil udara yang lebih sehat, merilekskan kembali otot-otot fikiran sembari menikmati snackbox yang diberikan oleh panitia.

Waktu terus berjalan, track chatbot dan cloud belum berakhir. Saya bersiap memasuki paralel tiga untuk mengikuti lanjutannya.

Materi kelima dibawakan oleh Habibi Mustafa selaku Engineer – Dicoding, LINE API Expert, dia memberikan pengantar mengenai mendesain chatbot dan menjelaskan beberapa API (Application Programming Interface) terbaru dari line, ada Flex Message dan LIFF (LINE Front-end Framework).

Materi keenam dibawakan oleh Ardi Sutedja K. selaku Chairman & Founder – Indonesia Cyber Security Forum (ICSF)™. Jika dari awal, kita berbicara “how to build”, kini Pak Ardi Sutedja lebih menekankan “how to secure and safe environment”, sehingga developer mudah tidak melupakan sisi keamanan untuk menjada dan melindungi data-data konsumen yang tersimpan melalui aplikasi yang dibangunnya.

Rangkaian acara akhirnya selesai dengan segudang pengetahuan baru dalam dunia teknologi informasi yang semakin gahar masuk hingga ke persendian kehidupan.

Sebelum pulang peserta mendapatkan oleh-oleh berupa t-shirt dari BEKRAF dan Asosiasi Game Indonesia, untuk mendapatkannya peserta harus mengisi survey yang telah disiapkan oleh panitia, setelah itu menunjukkan bukti hasil mengisi survey tadi ke panitia yang ada.

T-shirt dengan tag BADMINTON STARS-pun ditenteng sebagai buah tangan sebagai bukti partisipasi kita untuk mendukung karya developer lokal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.