Keseruan Google I/O Extended 2018 di STTS

Google I/O 2018 telah sukses diadakan di Mountain View, California pada 8 – 10 Mei 2018. Perhelatan akbar untuk para developer selalu menyuguhkan berbagai hal baru dari lingkungan produk sang raksasa internet. Mulai dari beragam pembaruan perangkat lunak, produk baru, hingga beberapa inovasi lainnya.

Hashtag Google I/O 2018

Secara umum, acara tersebut terdiri dari beberapa agenda kegiatan, mulai dari pembicara utama, codelab, ulasan aplikasi, meetup dengan komunitas, dan berbagai sesi lainnya selalu ramai dan seru dengan antusias developer dari berbagai belahan dunia. Bahkan, sesuai bocoran yang saya tahu, ada beberapa spot permainan bagi developer yang jenuh dengan kegiatan yang ada.

Google I/O Extended merupakan rangkaian acara Google I/O yang diadakan pada bulan Mei 2018. GDG Surabaya akan membawa atmosfer Google I/O di Mountain View, CA, USA ke Surabaya. Acara akan dimulai dengan sesi keynote dari Googler, kemudian dilanjutkan dengan sesi Codelab yang dapat diikuti. Terdapat beberapa sesi codelab yang bisa dipiih, Flutter, Firebase, Android Kotlin, Google Assistant, Machine Learning, dan VR.

Google I/O Extended Surabaya 2018 telah sukses diadakan di STTS (Sekolah Tinggi Teknik Surabaya) pada Sabtu (21/07/2018) mulai dari jam 8:00 hingga 17:00 WIB dengan agenda pembicara utama, hackathon, dan codelabs. Diseponsori oleh BTPN Jenius, diadakan oleh STTS bekerja sama dengan GDG Surabaya, dan didukung oleh AndroidDev Surabaya dan Jobhun.

Acara yang diadakan di Auditorium Sekolah Tinggi Teknik Surabaya dibuka dengan kegiatan registrasi ulang, peserta harus menunjukkan nomor registrasi yang didapatkan dari surel dan mendapatkan formulir survey. Tersedia juga pendaftaran ditempat. Setelah itu peserta dipersilahkan duduk di tempat yang telah disediakan. Sembari menunggu acara dimulai, peserta dapat mengunjungi stan Jenius untuk mendaftarkan tabungan Jenius.

Beberapa menit kemudian acara dimulai. Dipandu dengan mbak MC (lupa namanya), dia membacakan agenda acara pagi itu. Acara dibuka dengan pembukaan dari perwakilan dari STTS dan Dian Harumi selaku product dev analyst.

Keynote Speaker Google I/O Extended Surabaya 2018

Acara dilanjutkan dengan sesi keynote speaker. Ada lima keynote speaker yang akan membagikan beberapa pengetahuan mengenai produk Google.

Pembicara pertama diisi oleh Indra Maryati, sebagai anggota GDG sekaligus dosen di STTS. Beliau memberikan materi mengenai berbagai pembaruan produk Google, diantaranya, Gmail dan Google Assistant, juga beberapa keseruan didalamnya.

Keynote speaker ke-2 ada Pak Dennis Alund, sebagai Google Developer Expert for Firebase, beliau mengulas mengenai platform Firebase, mulai dari fitur dasar hingga penggunaanya.

Keynote speaker ke-3 ada Cak Immanuel, mahasiswa semester enam teknik informatika, STTS. Dia menjelaskan tentang kunci cerdas yang merupakan proyeknya disemester 6. Dibangun dengan konsep IoT (Internet of Things), menggunakan kontroller mikro, Arduino, sebagai pusat pemrosesan, Blynk sebagai aplikasi yang memiliki beberapa fitur yang dapat dihubungkan dengan Arduino, dan beberapa alat pendukung.

Keynote speaker ke-4 ada Om Ibnu Sina Wardy dan kawannya, mereka membawakan mengenai memanfaatkan Google Assistant untuk membuat aplikasi dengan fungsi yang dapat disesuaikan oleh keinginan pengguna. Pada sesi demo yang dibandu oleh kawan Om Ibnu menggunakan konsep IoT, dimana aplikasi yang dibuat dengan memanfaatkan fungsi dari Google Assistant yang dipadukan dengan Blynk sehingga pengguna dapat menghidupkan lampu sesuai dengan warna yang dikehendaki, menariknya lagi, Google Assistant dapat mengenalinya ucapan beberapa kata.

Saat setelah masing-masing keynote speaker selesai membawakan materinya, peserta acara diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Peserta yang bertanya akan mendapatkan hadiah dari panitia. Tidak cukup sampai disitu, para keynote speaker-pun diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan kepada para peserta. Aturan mainnya sama, bagi yang dapat menjawab pertanyaan akan mendapatkan hadiah dan berkesempatan berfoto bersama dengan keynote speaker.

Acara sesi keynote speaker telah usai, peserta diperkenankan untuk istirahat dan bersantap siang dengan menyerahkan formulir survey sebagai tiket untuk mengambil makan siang.

CodeLabs Google I/O Extended 2018 Surabaya

Sama halnya dengan acara Google I/O yang telah diadakan di Mountain View, CA, sesi codelab juga sangat menarik untuk diikuti. Pada Google I/O Extended Surabaya 2018 kali ini, terdapat beberapa codelab, diantaranya build your first Android app in Kotlinbuilding an Augmented Reality (AR) application using the WebXR Device API, write your first flutter appbackground work with WorkManagerGoogle search trends for Assistant, dan satu hackathon, yaitu build actions for the Google Assistant. Secara keseluruhan terdapat dua topik mengenai Android, satu AR/VR, Google Assistant dan Flutter serta satu hackaton.

Sesi codelab ini bagi saya sangat menguji adrenalin, karena saya notabene adalah orang yang sedang memperdalami pengetahuan tentang sistem administrator dan DevOps yang banyak bergelut dengan berbagai konfigurasi layanan. Meskipun tingkat dasar, tapi sudah cukup membuat saya geleng-geleng kepala.

Sesi codelab pertama, saya memilih kelas Flutter: write your first Flutter app yang terletak di Gedung E lantai 5 ruang 02. Saat pertama masuk, panitia memberikan satu lembar survey yang harus diisi oleh peserta dan nanti akan ditukarkan dengan snack box. Sesi codelab ini dipandu oleh Cak Stevanus D. Dia membawakan materi yang didasarkan dari laman codelabs.developers.google.com dan dapat diakses di Building Beautyful UIs with Flutter.

Flutter merupakan bahasa yang dikembangkan oleh Google yang berfokus pada bagian frontend. Saat anda memasang Flutter SDK melalui Android Studio, maka anda juga harus mengunduh Dart, pemrograman yang berjalan pada sisi server. Intinya Flutter fokus pada bagian frontend dan Dart berfokus pada bagian backend.

Disinilah kekuatan laptop saya benar-benar diuji. Laptop yang biasanya kuat untuk menjalankan tiga mesin virtual sekaligus, kini harus menerima kenyataan pahit. Yah, dengan ditompang RAM 4 GB, IDE setingkat Android Studio benar-benar sangat menguras tenaga laptop tua saya.

Sesi codelab pertama berakhir, kami menyodorkan selembaran survey kepada panitia dan menukarnya dengan snack box, setelah itu saya mencari tempat untuk menikmatinya.

Sesi codelab ke-2 yang saya pilih adalah Android: build your first Android app in Kotlin. Pada sesi ini dipandu oleh Nurendra Toro. Sebelum memulai codelab, Om Rendra memberikan pendahuluan mengenai bahasa Kotlin. Dimana tim pengembang terinspirasi dengan asal usul nama Java, seperti halnya Java yang berarti pulau Jawa, nama Kotlin juga diambil dari nama sebuah pulau di Rusia.

Materi codelab kali ini mengacu pada codelabs.developers.google.com/io2018. Anda-pun dapat mengaksesnya di Build Your First Android App in Kotlin untuk mempelajarinya.

Saya hanya mampu menyelesaikan hingga bagian ke-6. Ini juga berpengaruh dengan spek laptop yang minimum untuk menjalankan Android Studio, lagi-lagi laptop saya tidak berdaya dibuatnya.

Demikianlah keseruan acara Google I/O Extended Surabaya 2018. Banyak sekali informasi seputar teknologi yang telah dikembangkan dan mengubah cara hidup manusia. Tentu saja saya berharap itu adalah perubahan yang baik.

Sesi codelab berakhir menjelas pukul 17:00 WIB. Pulang adalah cara terbaik untuk mengevaluasi kegiatan yang telah saya ikuti hari ini. Meskipun saya termasuk payah dalam hal menulis kode, namun saya meyakini jika saya bersungguh-sungguh maka Tuhan akan memberikan jalan kemudahan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.