Momentum Sidang Ujian Proposal Tugas Akhir

Sidang Ujian Proposal atau yang biasa dikenal dengan sempro merupakan salah satu dari rangkaian sakral pengambilan tugas akhir atau skripsi yang harus dilalui oleh mahasiswa/i.

Kemarin sore (26/07) saya telah melewati momentun tersebut dengan baik, meskipun sebelumnya sempat terjadi penundaan jadwal sidang.

Topik yang saya ambil untuk menyelesaikan studi S-1 ini adalah Perancangan Infrastruktur Server Relai SMTP Menggunakan Docker Container Pada PT. Rahajasa Media Internet. Bidang minat Jaringan Komputer dengan bidang keahlian Arsitektur Jaringan Komputer.

Sesuai dengan jadwal sempro yang dibagikan oleh PIA SKRIPSI, 09:00 WIB – selesai, saya sudah bersiap-siap di depan Lab. Jaringan Komputer 15 menit sebelumnya. Selain saya ada tujuh orang lagi, dua dari bidang minat ITSM (Information Technology Service Management) dan enam orang dari bidang minat ITNS (Information Technology Networking and Security).

Kawan-kawan dari bidang minat ITSM sudah maju terlebih dahulu. Tinggal saya, Mas Wafiyul, Mas Ari, Mas Rizal, Andi dan Zaki. Hanya ada enam orang yang mengambil bidang minat ITNS pada sempro kali ini. Lebih sedikit dari pada bidang minat yang lain, seperti SE dan CIS. Secara keseluruhan bila ditotal, maka CIS menjadi primadonanya.

Kami ber-6 masih menunggu giliran, setelah kawan-kawan dari bidang minat ITSM telah selesai, tiba-tiba kami diberi tahu oleh salah satu dosen penguji ITSM untuk segera berkabar dengan dosen penguji ITNS. Kami ber-6 saling pandang dan segera mencari tahu ke PIA Skripsi, ternyata yang menjadi dosen penguji ITNS yang satu masih ada urusan di Rektorat dan yang satu lagi menjadi penguji untuk bidang minat CIS.

Tidak lama kemudian salah satu dosen penguji kami datang. Dosen yang ada urusan di Rektorat tadi. Langsung saja petugas Lab. Jaringan langsung memanggil secara acak nama salah satu dari kami ber-6. Mas Rizal mendapatkan kesempatan pertama. Empat mata secara langsung sembari menunggu dosen yang lain.

Kami masih menunggu giliran untuk maju. Untuk menghilangkan rasa bosan, kami saling tukar informasi mengenai segala hal, mulai dari games, topik laporan, proses pembuatan presentasi bahkan guyonan renyah dan garing.

Mas Rizal masih melakukan farming dalam ruangan. Sesekali terdengar dia menjelaskan. Tanpa kami sadari dosen penguji ke-2 masuk ruangan. Kami langsung berguman “the battle begins”, beginilah repotnya punya teman gamers sejati.

Lima menit kemudian dosen penguji ke-2 keluar ruangan sembari memberikan sedikit informasi. Ujiannya ditunda, dimulai lagi jam 15:30 WIB. Beliau dan dosen penguji pertama akan ada janji dengan orang. Begitu katanya.

Tanpa menunggu komando, Andi langsung pergi ke kantin. Tinggal saya, Mas Ari, Zaki dan Mas Wafiyul. Kami menunggu Mas Rizal selesai untuk pergi ke kantin saat menginjak waktu istirahat.

Waktu istirahat sudah terlewat lebih dari 15 menit. Tidak ada tanda-tanda Mas Rizal akan mengakhiri sesi ujiannya. Kami memutuskan untuk meniggalkannya saja. Kami ke kantin untuk memenuhi kebutuhan perut dan haus. Sepiring nasi campur dan sebotol air mineral ludes dengan kurun waktu sesingkat-singkatnya.

Beberapa menit berselang, tampak dari kejauhan, Mas Rizal keluar dari ruang ujian. Dia langsung menuju ke kantin dan bergabung bersama kami. Tiba-tiba si Andi mengajak saya main ke kontrakan teman-teman kelas, dia saya persilahkan untuk pergi dulu karena saat itu saya sedang memikirkan strategi selanjutnya.

Waktu bergerak lambat ke angka tiga PM. Gabut juga terlalu lama di kantin. Tanpa ba-bi-bu saya menyusul si Andi ke kontrakan. Melewati jalanan paving yang jauh dari kata mulus, beberapa polisi tidur, masuk perumahan, belok kiri 50 meter, sampailah saya di kontrakan yg dituju. Kontrakan yang friendly untuk melepas penat. Tersedia koneksi WiFi dengan kecepatan up to 10Mbps, memutar video dari layanan streaming sejuta ummat-pun no lag.

Setelah masuk ke ruang tamu, tampak si Andi sedang enjoy dengan video yang diputar dari platform streaming sejuta ummat. Lagu dari Virza, saya lupa judulnya. Saya-pun memutuskan untuk menirunya. Setelah menaruh tas, jaket, dan baju batik yang saya kenakan. Mengeluarkan laptop, menyalankannya, tanpa pikir panjang, peramban rubah api saya klik dan dengan segera menuju platform streaming yang sama. Dengan bantuan earphone dua sampai tiga lagu barat favorit cukup membuat saya rileks kembali.

Masih dalam PeWe (posisi wenak), satu per-satu kawan-kawan penghuni kontrakan datang, Eka, Riski dan Vico. Si Eka langsung mengeluarkan beberapa cemilan yang dibawahnya dari Moker. “Nyoh mas, panganen, iki memang tak sediakno gawe konco-koncoku seng ujian proposal” celetuknya kepada saya dan Andi, sembari memberikan dua bungkus rambak patin dan sebungkus kripik usus. Oleh-oleh khas Moker pemberian ibunya Eka. Regen rileks-pun terisi penuh.

Angin yang ditimbulkan oleh kipas angin hampir membuat saya ambruk, tapi jam sudah menunjukkan pukul 14:15 WIB. Dengan berat hati saya segera membasuh muka dan bersiap-siap.

Beberapa menit setelah dari kamar mandi, dosen penguji ke-2 mengabari saya melalui aplikasi perpesanan daring. Beliau meminta maaf karena masih dalam perjalanan menuju kampus, beliau juga meminta kami menunggunya. Segera saja saya dan si Andi mengambil seribu langkah agar tidak sampai didahului oleh dosen penguji. Kan gak sopan, apalagi beliau sempat ngabari juga.

Kami berpamitan dan mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang ada dikontrakan saat itu, dengan segera kami memacu jalannya bebek besi.

Beruntunglah, sesampainya kami di kampus, para dosen penguji belum tampak diruangannya, ini berarti kami memiliki kesempatan untuk membuka kembali slide presentasi yang sebelumnya telah kami persiapkan. Mas Ari, Zaki, dan Mas Wafiyul telah lebih dulu sampai dari pada kami.

Tidak sampai pukul 16:00 WIB, Dosen penguji ke-2 akhirnya datang, tinggal dosen penguji pertama yang belum menampakkan diri. Tiba-tiba petugas Lab. Jarkom memanggil nama saya. Dalam hati saya bersyukur, pasalnya hanya ada satu saja dosen yang akan menguji saya. Saya bergegas memasuki ruangan dan mengucapkan salam, saya salah, didalam ruangan telah ada dua orang dosen penguji, yang mana salah satunya adalah dosen baru yang saya sendiri belum mengenalnya.

Saya buka laptop yang masih dalam mode tidur untuk mempersiapkan berkas presentasi yang sudah saya buat kemaren sambil menunggu instruksi mulai dari dosen pembimbing.

Sesaat kemudian dosen penguji mempersilahkan saya untuk memulai forum ujian proposal ini. Saya mengucapkan salam dan memperkenalkan diri serta menyebutkan judul topik yang saya ambil untuk tugas akhir.

Tidak sesuai dengan dugaan saya, masing-masing dosen penguji langsung memberikan beberapa pertanyaan terkait dengan topik yang saya bawakan ini.

“Dari topik tersebut, tolong jelaskan kenapa anda menggunakan topik tersebut dan apa kontribusi yang dihasilkan untuk industri ?” tanya dosen pertama.

“Dari topik yang ingin anda teliti, anda menggunakan virtualisasi Docker, kenapa anda memutuskan menggunakan Docker ?” tanya dosen kedua.

Itulah dua dari beberapa pertanyaan yang diajukan. Saya dengan masih membawa ‘penyakit’ public speaking, menjelaskan sesuai dengan porsi yang saya ketahui.

Akhirnya, para dosen penguji memberikan saran untuk hasil akhirnya nanti. Intinya adalah dengan membandingkan kinerja SMTP relay antara Docker Container dengan full virtualization, ditambah dengan menghitung QoS (Quality of Service) yang dihasilkan masing-masing serta menganalisa kinerja dari masing-masing perangkat, dengan begitu dapat diketahui apakah Docker ini benar-benar ringan, cepat dan efisien seperti yang saya jabarkan.

Saya diperkenankan menutup forum ujian proposal hari ini. Dengan mengucapkan salam, saya mengakhiri sesi forum ini. Sebelum keluar ruangan, saya melihat dosen penguji memberikan revisi yang ditulis tangan pada formulir revian yang ada. Entahlah. Saya sangat berharap pnelitian ini dapat diterima. “Untuk pengumuman ujiannya, besok bisa dilihat di papan pengumuman PKL dan Skripsi” kata salah satu dosen penguji.

Alhamdulillah, plong rasanya. Beban seolah hancur lebur meskipun saya belum tau hasilnya.

Sesi selanjutnya, Mas Wafiyul diperkenankan memasuki ruangan, menyusul setelahnya Andi, Mas Ari dan Zaki.

Hari semakin gelap, nyamuk-nyamuk seolah mengusir kami untuk segera kembal ke rumah masing-masing. Inilah saat-saat penentuan untuk mendapatkan gelar S-1, sarjana komputer (S. Kom.).

The Battle Begins!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.