4 Custom ROM Android Populer Versi Saya

Beranda / Artikel / 4 Custom ROM Android Populer Versi Saya

Diketik oleh Chotibul Umam

Seorang pengguna GNU/Linux, penggemar perangkat lunak bebas, senang menulis dan membaca berita, tidak begitu tertarik dengan kode tapi suka bereksperiman dengan konfigurasi. Suka kulineran dan nobar film karya anak bangsa.

22 May 2019

Sistem operasi-nya Google, Android, menjadi sistem operasi perangkat bergerak yang paling populer sejaga raya, bahkan kepopulerannya bisa mengalahkan iOS-nya Apple. Maklum, Android dikembangkan sebagai perangkat lunak bebas sedangkan iOS tidak.

Karena dikembangkan berdasarkan prinsip open source, vendor-vendor ponsel pintar dengan mudah menyesuaikannya sesuai dengan branding masing-masing. Itu-lah sebabnya ada OneUI, ColorOS, MIUI, dan sebagainya.

Nah, bagi Anda yang tidak puas dengan tampilan, fitur atau performa yang disediakan oleh vendor ponsel pintar melalui Stok ROM Android-nya, Anda bisa memasang Custom ROM yang disedikan oleh komunitas pengembang seperti LineageOS, PixelExperience, AospExtended dan Havoc-OS.

Berikut ini ulasan singkat terkait komunitas pengembang Custom ROM Android populer versi saya. Yang namanya sudah saya sebut tadi.

LineageOS

Tangkapan layar LineageOS, foto oleh Wikimedia Commons

LineageOS adalah sistem operasi sumber terbuka dan gratis untuk kotak set-top, smartphone, dan komputer tablet, berbasis pada platform Android mobile. Ini adalah penerus dari custom ROM CyanogenMod, dari mana ia bercabang pada Desember 2016 ketika Cyanogen Inc. mengumumkan penghentian pengembangan dan mematikan infrastruktur di belakang proyek. Karena Cyanogen Inc. mempertahankan hak atas nama Cyanogen, proyek tersebut mengganti nama menjadi LineageOS.

Terakhir kali saya mencoba LineageOS di Xiaomi Redmi Note 3 (Qualcom) versi 14.1 yang masih menggunakan basis Android 7.1.2, Nougat. Untuk saat ini, perangkat tersebut sudah tidak lagi didukung oleh pengembangnya.

Bagi Anda yang ingin mencoba LineageOS, Anda bisa mengunduhnya dari tautan berikut ini:

PixelExperience

Tangkapan layar PixelExperience, foto oleh jhenrique09 (XDA Dev)

Bagi Anda yang masih belum bisa move on dari Android racikan Google tapi perangkat Anda sudah tidak mendapatkan pembaruan perangkat lunak maupun keamanan dari vendor atau sekedar ingin mencoba sistem operasi Android yang ada diperangkat Pixel-nya Google, PixelExperience bisa menjawab kebutuhan Anda.

Ya, PixelExperience adalah ROM berbasis AOSP (Android Open Source Project) atau CAF (Code Aurora Forum), lengkap dengan aplikasi Google dan semua yang ada di Pixel (launcher, wallpaper, ikon, font, font bootanimation).

Pixel Experience memiliki misi untuk menawarkan stabilitas dan keamanan semaksimal mungkin, bersama dengan fitur penting dan berguna untuk berfungsinya perangkat.

Buat Anda yang ingin mencobanya, berikut ini tautan unduhan PixelExperience:

AospExtended ROM

Tampilan AEX, foto dari galery AEX

AOSP Extended adalah ROM berbasis AOSP yang menyediakan UI / UX dengan berbagai fitur penyesuaian bersama dengan mesin tema Substratum. Proyek ini dibuat dengan memilih berbagai komitmen dari berbagai proyek lain.

Dari kedua ROM di atas, AEX (singkatan dari AospExtended) bisa dibilang mempunyai ciri khas tersendiri.

Pengembang membenamkan fitur khusus yang berguna untuk melakukan penyesuaian terhadap fungsional perangkat, seperti merubah bilah navigasi, tema bawaan, gambar latar dan lain sebagainya.

Buat Anda yang ingin mencoba AEX, berikut ini tautan unduhannya:

Havoc-OS

Tangkapan layar Havoc-OS, foto dari Havoc-OS (sourceforge.net)

Havoc-OS merupakan sistem operasi yang basis pembangunannya didasarkan pada AOSP dan terinspirasi dengan Google Pixel. Memiliki Material UI 2 yang disempurnakan oleh pengembangnya.

Sama seperti AEX, Custom ROM ini memiliki ciri khas, berupa pengaturan khusus yang dinamakan Havoc-OS Settings yang bisa Anda temui di pengaturan utama sistem.

Fitur yang tersedia melalui Havoc-OS Settings terbilang sangat melimpah. Mulai fitur untuk mengatur status bar, tampilan, bar navigasi, gerakan, layar, dan lain sebagainya.

Custom ROM inilah yang saya gunakan saat ini diperangkat Xiaomi Redmi Note 3 (Qualcom). Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk berinteraksi dengannya. Saya menggunakan Custom ROM ini berdasarkan rekomendasi Bang Dhoni.

Buat Anda yang ingin mencobanya, silahkan unduh melalui tautan ini:

Kesimpulan

Keempat custom ROM yang sudah saya sebutkan di atas adalah custom ROM yang sudah saya coba. Tapi saya lebih merekomendasikan Havoc-OS untuk digunakan karena fitur yang ditawarkan terbilang lebih banyak dan bervariasi dari pada ketiga custom ROM yang lain. Bahkan, kita bisa mengajukan permintaan fitur baru ke pengembang.

Semuanya juga sudah mendukung pembaruan via OTA. Begitu Anda mendapatkan notifikasi pembaruan, Anda bisa langsung melakukan pembaruan. Jangan lupa untuk mencadangkan semua data penting sebelum melakukan pembaruan.

Anda Mungkin Juga Suka…

4 Comments

  1. Mr.dayat

    Bung Umam,untuk perangkat jadul seperti Tab Samsung versi 2.7.0 bagusnya pake COST.Rom yang mana yaaaa..biar stabil gitu..makasih

    Reply
    • Chotibul Umam

      Halo Dayat,

      Wah, mohon maaf sekali, saya belum tahu custom ROM untuk Samsung Galaxy Tab 2.7.0. Akan tetapi, kamu bisa mencari custom ROM yang dimaksud di forum XDA Developer. Kemungkinan di sana ada.

      Reply
  2. candra

    mau nanya ni bang kalau misalnya kita pengen pasang custom rom di hp kita tapi kalau custom rom itu ga support di hp kita atau nga yah bang?

    Reply
    • Chotibul Umam

      Hai Candra,

      Untuk mengetahui custom ROM tersebut mendukung device kita, pertama kali yang saya lakukan adalah mencocokkan device dengan custom ROM yang dimaksud. Biasanya, kecocokan antara device dengan custom ROM merujuk pada kode nama pada device itu sendiri.

      Misalnya, saya punya device Redmi Note 3 Pro (kode nama; Kenzo), sebelum saya memutuskan untuk memasang custom ROM A, B, atau C, terlebih dahulu saya mencari custom ROM yang memang dibangun untuk Kenzo.

      Nah, bagaimana jika kita memasang custom ROM yang memang tidak diperuntukkan untuk device kita? Kemungkinan ada beberapa hal; galat saat dipasang, tidak bisa booting, yang paling parah ROM device kita bisa ikutan rusak.

      CMIIW 🙂

      Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: